Tahun ini tim Universitas Indonesia Supermileage Vehicle Team (UI SMV) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang kompetisi Shell Eco-Marathon (SEM) 2023. Turun di dua kategori lomba, tim UI SMV memboyong dua mobil pada ajang kompetisi rancang bangun kendaraan hemat energi internasional untuk wilayah Asia dan Timur Tengah yang diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 4-9 Juli 2023. Tahun ini, 66 tim dari 13 negara di wilayah Asia dan Timur Tengah bertanding pada enam kategori lomba.

Dua tim UI SMV yang dibawa pada ajang kompetisi bergangsi ini yaitu tim Nakoela dan tim Arjuna. Tim Nakoela berhasil menempati peringkat kedua di kelas Protoype Internal Combustion Engine (ICE) dengan konsumsi bahan bakar 1.190 kilometer per liter. Sementara Tim Arjuna bertarung di kelas Urban Concept Battery Electric juga berhasil menempati peringkat kedua dengan capaian konsumsi energi listrik sebesar 172 km/kWh.

Yang menarik dari perhelatan SEM 2023 kali ini adalah diadakannya kembali kompetisi lanjutan yang lebih bergengsi yaitu Shell Drivers World Championship (DWC) setelah absen diselenggarakan di beberapa tahun terakhir. Dalam kompetisi Shell DWC yang diselenggarakan sebagai kompetisi puncak dan penutup pada hari Minggu 9 Juli 2023 ini, Tim Arjuna bersama 3 tim lain (1 dari Singapura dan 2 dari Indonesia) berhasil lolos sebagai tim yang akan mewakili wilayah asia pasifik untuk berkompetisi dengan tim-tim wilayah lain di dunia.

 

 

Kompetisi Shell DWC adalah lomba balap dimana 9 tim terbaik (yang merupakan juara 1-3 di 3 kategori Urban vehicle) berkompetisi untuk finish tercepat dengan hanya dibekali energi sesuai masing-masing kelas. Bekal energi tersebut adalah bahan bakar untuk kelas ICE, hidrogen untuk kelas hidrogen dan energi listrik baterai untuk kelas baterai, sesuai hasil yang dicapai pada tahapan lomba sebelumnya. Keseruan dari lomba ini tentunya akibat dari semakin sedikitnya energi yang dibawa oleh juara teratas dibandingkan dengan juara 2 dan 3 namun tetap harus finish tercepat jika ingin menang dalam kompetisi ketat ini.

Dari lomba Shell DWC ini 9 tim terbaik selanjutnya disaring menjadi 4 tim untuk kemudian mengikuti ajang Shell DWC 2023 kelas dunia di India. Dalam ajang Shell DWC di India nanti, 4 tim terbaik Asia Pasifik, sebagai hasil seleksi pada ajang Shell DWC Mandalika 2023, akan berkompetisi dengan tim-tim terbaik dari SEM regional lainnya dari seluruh dunia. Pemenangnya akan mendapatkan predikat Juara Dunia DWC dan berhak untuk mengunjungi fasilitas produksi kendaraan Ferrari di Italia.

 

 

Dekan FTUI, Prof Dr Heri Hermansyah, ST, MEng, IPU, memberikan apresiasi atas semangat juang dan raihan prestasi Tim UI SMV dalam gelaran SEM 2023, “Semangat berinovasi, berkreasi, dan prestasi Tim UI SMV dalam menjawab tantangan energi di masa depan ini harus diapresiasi karena antusiasme dan partisipasi mereka untuk dapat membanggakan UI dan Indonesia di kancah internasional dalam memberikan dan menciptakan terobosan baru terhadap transisi energi di Indonesia ini memberikan dampak positif bagi bidang transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Semoga raihan prestasi di India nanti dapat mendapatkan hasil terbaik untuk turut membanggakan UI dan Indonesia.”

“Kompetisi bergengsi yang sudah kami geluti sejak tahun 2010 ini menjadi peluang besar bagi para mahasiswa untuk turut mengekspresikan ide inovasi dalam berkontribusi menciptakan transportasi yang mendukung energi bersih dan efisien di masa depan. Keberanian Tim Nakoela dan Tim Arjuna dalam merancang kendaraan andal dan efisien ini sukses membawa pulang dua prestasi membanggakan bagi UI. Capaian ini juga turut membawa iim Arjuna UI SMV ke ajang balap DWC 2023 di India mewakili Asia dan Timur Tengah,” ungkap Dr Ing Mohammad Adhitya, pembimbing tim UI SMV.

 

 

Kemenangan Tim UI SMV ini terutama berkat riset dalam pengaplikasian teknologi modern terutama eprangkat lunak terkini untuk menghasilkan mobil yang lebih efisien dari segi waktu, tenaga dan biaya. ”Desain mobil Nakoela diadaptasi dari teknologi pesawat terbang, sementara mobil Arjuna didesain menyerupai bentuk tear drop untuk meminimalisir gaya-gaya hambatan gerak (drag) disertai dengan sistem propulsi dan transmisi yang dirancang seefisien mungkin sehingga tercipta kendaraan dengan efisiensi tinggi,” jelas Ariza Aulia Ghifari, Ketua tim SMV UI.

Shell Eco-Marathon (SEM) merupakan kompetisi tahunan yang mempertemukan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dunia, untuk berinovasi dalam merancang, membangun, dan menguji kendaraan hemat energi dalam menjawab tantangan energi di masa depan. Ada enam kelas yang dipertandingkan dalam kompetisi ini, yaitu Prototype Internal Combustion Engine (ICE), Prototype Battery-Electric, Prototype Hydrogen Fuel Cell, Urban Concept Internal Combustion Engine (ICE), Urban Concept Battery-Electric, dan Urban Concept Hydrogen Fuel. SEM 2023 kawasan Asia dan Timur Tengah, mempertemukan 66 tim dari 14 negara, seperti Indonesia, India, Kazakhstan, Korea Selatan, Malaysia, Nepal, Filipina, Singapura, Vietnam, dan negara lainnya.

 

 

Tim UI SMV yang terdiri dari Tim Arjuna, yaitu Edward Lumbanraja (Teknik Mesin 2020), Rai Zulfikar Satriagama (Teknik Mesin 2019), Muhammad Alfan Fuad Dzia Ul-Haq (Teknik Elektro 2020), Zharfan Rosyad (Teknik Mesin 2021), Ariza Aulia Ghifari (Teknik Mesin 2020), Irvian Zakky Marta (Teknik Elektro 2021), Zahran Mizuya Kusmana (Teknik Elektro 2020), dan Naufal Azmi Teknik Mesin 2020 dan Tim Nakolea, yaitu Rayhan Danendra Wiracalosa (Teknik Mesin 2020), Mohammad Iqbal Risya (Teknik Elektro 2020), Daffa Farhan Ahmad (Teknik Mesin 2020), Yusuf Timothy Turnip (Teknik Mesin 2021), Muammar Shaddam Kusnandar (Teknik Mesin 2020), Arafa Maulana Abdillah (Teknik Mesin 2021), Hana Nabila (Teknik Mesin 2019), Nada Wahyudhia (Teknik Elektro 2020), Farhan Manan Ramadhan (Teknik Mesin 2021), Marsya Renatha Bahasoean (Teknik Perkapalan 2020). Kedua tim ini berada di bawah bimbingan Dosen Departemen Teknik Mesin FTUI, Prof Dr Ario Sunar Baskoro, ST, MT, MEng, Dr Ing Mohammad Adhitya ST, MSc. dan Dr Ing Ridho Irwansyah, ST, MT, dan Dosen Departemen Teknik Elektro FTUI, Dr Ir Feri Yusivar, MEng.